Posting ini gw initiate di Forum Diskusi Bayi Ayahbunda di www.ayahbunda-online.com. Berbekal ilmu yg gw dapet dari Milis Sehat, gw share ilmu tsb ke parents yg kebetulan buka topik diskusi di ajang diskusi ini. Gw emang pengen banget bisa mensosialisasikan pentingnya ASI eksklusif 6 bln & ASI dgn pendamping s/d 2 thn, juga soal konsumsi susu UHT bagi anak diatas 1 thn, selain pentingnya Rational Use of Drugs dan Rational Parenting lewat forum tsb. Itung2x gw jadi perpanjangan tangan Milis Sehat lah :)
Dari forum diskusi ayahbunda online gw dapat beberapa teman maya yg melanjutkan contact via email, friendster, & multiply. Ada Delvi, mamanya Ryo, yg tiap hari (sampe hari ini) rajin email2xan, diskusi segala macem...dari anak sampe rumah :D Ada Indri, mamanya Kamil, yg baru aja jadi my friend on friendster. Ada Christine, mamanya Cello, yg pernah buka diskusi soal toilet training & kemudian nerusin sharing sampe ke topik susu UHT lewat email.
Bravo, Breastfeeding Moms! I salute you all...I salute your believe that our babies deserve the best thru breastfeeding...I salute you for standing-up & defending our believe & our babies' right to live...
Happy reading everybody! :)
Topik: 1-7 Agustus 2006: Pekan ASI Sedunia (Sharing yuk!)
Pembuka Diskusi: Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee) | 8/4/2006 9:36:00 AM | Replies: 6 Views: 154 | Replay Terbaru: 8/14/2006 12:58:00 PM
dear moms...
menyambut pekan ASI sedunia ini, kita sharing yuk seputar masalah menyusui. apa aja, asal seputar ASI & menyusui
aku sendiri menyusui aila (21 bulan) dgn ASI eksklusif selama 6 bulan. sekarang aila sedang mulai aku sapih karena aku kembali kerja sejak 3.5 bulan lalu & akan tugas ke offshore. proses penyapihannya baru mulai 3 minggu lalu, dengan metode slow weaning. tapi aku senang bgt bisa kasih ASI cukup lama untuk aila.
OK deh moms...aku tunggu sharing lainnya seputar ASI & menyusui.
selamat pekan ASI sedunia!
-bundaaila-
8/4/2006 2:41:00 PM
hai renee, salam kenal. aku ikutan share yah.
thanks god, berkat dukungan suami + rajin ubek2 parenting books. aku juga berhasil menyusui bella 6 bulan eksklusif. 6 -13 bulan bella dapat asi + mpasi. 13 - 17 bulan bella dapat asi + susu formula + mpasi. 17 - 21,5 bulan bella dapat asi + susu uht + mpasi.
sudah hampir 3 minggu sejak bella mulai disapih (17 juli). aku juga menerapkan slow weaning seperti yang dianjurkan klinik laktasi + milis sehat + parenting books. pertama2 frekuensi menyusui dikurangi. kemudian mulai dengan pengkondisian sejak bella umur 20 bulan, bolak balik dikasih tahu bahwa bella sudah besar, sudah sekolah, nggak usah nenen lagi, karena nenen itu buat adik baby (belum ada adiknya, maksudnya sepupunya). nenen mama sakit kalo bella masih nenen terus. kalo sayang mama pasti bella ngerti, kan
anak pintar.
setelah sebulan aku merasa bella udah ngerti maksudku, 17 juli kita mulai ngajak bella bobo tanpa nenen, sebagai pengganti cerita + nyanyi pengantar bobo diperpanjang ditambah dengan boneka teman bobo. satu kali di minggu pertama sempat nangis karena kecapekan dan minta nenen, tapi cepat diatasi mengalihkan perhatian ke cerita tentang sekolahnya.
kalo share tentang menyusui. wah., bisa lebih panjang lagi nih. aku bersyukur menemukan DSA yang support ASI eksklusif, beliau banyak membantu tentang managemen laktasi. yang pasti kuncinya niat, rasa cinta, percaya diri, tenang, tekad melawan rasa sakit (aku sempat mengalami puting bolak balik berdarah & bernanah), termasuk juga tekad mengatur pola makan supaya kalo makan selalu ingat mau kasih makanan/minuman bergizi terbaik untuk bayi kita. dulu aku termasuk over laktasi, 6 bulan pertama sempat produksi 2 liter ASI tiap hari.
selain itu ada hal yang paling penting yaitu support dari suami. ini berlaku untuk menyusui maupun menyapih.
manfaatnya sangat setimpal dengan perjuangan yang sudah ditempuh. thanks god anakku jarang sakit dan cepat banget belajar sesuatu.
hari ini di kompas hal 41 ada artikel bagus tentang asi eksklusif. semoga tulisan ini bermanfaat dan memotivasi moms untuk berusaha terus menyusui.
selamat pekan ASI sedunia juga buat moms semua,
gerda - mama bella (22months 1wk)
Oleh :Delvi Yolanda
8/4/2006 3:24:00 PM
Salam kenal mama Alia.. thanks ya sharingnya tentang bubur susu instant.
Sekarang aku mau berbagi tentang ASI. Aku punya beberapa pengalaman selama menyusui. Pengalaman pahit dulu nih.. Aku mulai menyusui Ryo setelah hari ke-4 melahirkan karena aku melahirkan ceasar dan Ryo masuk incubator karena gula darahnya turun akibat bobot badanya yang cukup besar yaitu 3,8kg/49cm. Ryo dikasih susu formula sama DSAnya. Untung aku sempat ngasih kolostrumnya1 sendok, itupun hari ke-3. Setelah pulang dari RS aku mulai menyusui Ryo secara ekslusif dan setelah hari ke-14 Ryo ditimbang di bidan setempat. Ternyata beratnya nggak naik. Bidan tersebut langsung memvonis kalau ASI aku kurang dan menyarankan ditambah susuformula. Wah aku bingung sekaligus cemas.. apalagi neneknya Ryo terus menerus menganjurkan (bahkan hampir memaksa) pemberian susu formula selain ASI. Aku yang dalam kebimbangan dan keraguan akan kecukupan ASIku ditambah tidak ada dukungan untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif membuat aku stress. Akibatnya ASI aku kering mendadak. Rasanya sediih banget. Belum lagi nyeri rasanya kalau payudara yang kosong dihisap terus oleh bayi. Tapi tetap Ryo aku susui sambil menangis. Untuk menenangkan diri, suami ngajak aku belanja di carefour. Disana aku beli buku seri Ayahbunda tentang Kiat Sukses Menyusui. Wah ternyata buku tersebut benar-benar bermanfaat. Semua permasalahan aku dibahas dalam buku tersebut. Dari situ aku mengerti kalau yang aku alami disebut sindroma ASI kurang dan stress dapat menyebabkan ASI mendadak menjadi kering. Plus kiat memperbanyak ASi kembali dan bahwa dengan pemberia susu formula justru akan menyebabkan ASI benar-benar kering. Bahkan aku baru tahu bahwa setelah 2 minggu berat bayi akan kembali ke berat waktu lahir dan kondisi Ryo dulu normal banget. Maka aku dengan kemantapan hati bertekad untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif kepada Ryo. Tentu hal tersebut tidak langsung diterima nenek Ryo, tapi aku sudah bertekad. Aku bilang “beri aku 2 minggu untuk membuktikan aku bisa memberi ASI ekslusif ke Ryo, kalau selama waktu itu berat Ryo nggak nambah malah turun maka aku menyerah”. Sempat ragu juga sih,tapi tekad udah bulat. Suami mendukung walaupun buat dia ikut saran nenek Ryo juga dia oke-oke aja soalnya dia nggak paham. Alhamdulillah ternyata aku berhasil membuktikan kalau aku bisa menyusui, ASIkupun kembali mengalir lancar. Dan ketika ditimbang bobot Ryo naik 1 kg setelah berumur 1 bulan. Sejak saat itu pemberian ASI kepada Ryo berjalan lancar. Bahkan neneknya yang semula meragukan sekarang malah mensupport 100%. Aku dimasakin makanan bergizi setiap hari. Malah nenek Ryo berpesan kepada abang aku kalau menikah dan punya anak dikasih ASI ekslusif saja soalnya Ryo tumbuh sehat, kulitnya bagus, beratnya naik terus dan aktif juga.
Tapi ceritanya belum berhenti sampai disitu. Ketika Ryo berumur 3,5 bulan aku harus kembali bekerja. Awalnya aku optimis aja sih karena aku dapat memerah ASI untuk diberikan ke Ryo pada saat aku tidak dirumah. Tapi ternyata tidak semudah itu. Walaupun kantor tempatku bekerja memberikan fasilitas (ruang) untuk memerah ASI, namun karena sifat pekerjaanku yang mobile (as a consultant) dan kejar target ternyata menjadi suatu kendala. Aku hanya memungkinkan memerah ASI 1x dalam sehari. Awalnya sih masih nggak masalah karena sekali perah aku bisa dapat 300ml ditambah memerah dirumah dapat 100ml. Tapi lama kelamaan ternyata ASI berkurang juga, karena siang nggak dihisap, frekuensi pengosongan payudara semakin berkurang, dan beban pekerjaan juga. Belakangan aku cuma bisa memproduksi 200ml di kantor dan ditambah 100ml dirumah. Sementara Ryo kan
makin gede dan kebutuhan makannya makin banyak.
Makanya setelah Ryo 4 bulan, dengan sangat terpaksa aku mulai memperkenalkan makanan padat pertama (problema pemberian makanan padat udah aku tulis juga di diskusi bayi). Tapi aku tetap mengupayakan Ryo mendapat ASI terus, Insya Allah bisa sampai 2 tahun. (doa in ya).
Well.. That’s my breastfeeding experience for my lovely baby. Aku memang nggak berhasil ngasih ASI ekslusif selama 6 bulan, tapi aku sudah berada dalam batas usaha yang maksimal, paling tidak mencapai batas minimum yang disarankan WHO.
Maafkan mama ya Ryo.. We love our baby
Salam
Mama Panji Aryo Pratama
8/6/2006 1:50:00 AM
Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee
Hi moms.. aku ikutan sharing yaa..
Kamilku sekarang umurnya udah 7 bulan 7 hari.. Alhamdulillah selama ini dia dpt asi eksklusif, eh lebih tepatnya 5 bulan 23 hari, soalnya dia udah mulai nunjukin tanda2 siap makan..
Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee
Terus terang, keputusanku untuk ngasih ASI eksklusif lebih dikarenakan dendam lho.. abis ternyata diriku sendiri cuma bentar banget dpt asinya.. Tapi aku gak nyalahin ibuku kok, emang informasi ttg pentingnya asi taun 79 aku yakin gak sesanter sekarang.. Masalahnya aku tuh waktu kecil ampe smp penyakitan banget, emang sih bukan penyakit yg serius, tapi aku sangat rentan thd penyakit batuk, flu, pilek, demam, dkk... pokoknya langganan banget deh.. duh susah deh mo ngapa2in.. Lately aku mulai berpikir mungkin ini semua krn aku gak dpt imunitas yg bagus waktu bayi, yang cuma bisa didapatkan melalui asi.. aah sedih jg sih kalo mikirin itu, tapi hey life must go on lah, yg penting kita bisa belajar dari pengalaman
Akhirnya aku bertekad kalo aku punya anak, dia harus dpt asi eksklusif.. Emang sih, bukan jaminan 100% kalo di masa depannya dia akan jadi super duper sehat dan pinter, tapi aku berprasangka baik ajalah ama Sang Pencipta... Insya Allah kalo kita udah berusaha untuk memberikan yg terbaik hasilnya jg baik..
Sayangnya aku liat kadang banyak ibu baru yg terlalu cepat nyerah untuk ngasih asi ke bayinya.. Padahal kan
isapan bayi justru akan lebih cepat merangsang keluarnya asi.. Kamilku jg gitu dulu.. walaupun asi ku banyak, tapi puting payudaraku tuh agak masuk... Alhasil kamil jd agak susah minum asi, tapi pelan2 aku dan kamil mulai bisa belajar dan akhirnya jago deh dia minum asi.. hehehehe
Tapi emang sih iklim di sekitar kita menurutku kurang mendukung ibu2 yang pengen ngasih asi ke anaknya.. Masih minim banget tempat2 umum yg menyediakan ruangan menyusui.. Aku sendiri ngerasain agak susah kalo mo jalan2 karena pasti bingung gimana kalo mo nyusuin.. Padahal pasti ibu2 yg nyusuin anaknya pengen jalan2 jg.. apalagi kalo musim diskon.. hehehe
Ah ya sudah deh.. pasti udah panjang banget sharingnya.. Last but not least, aku bersyukur banget aku gak sendiri.. ternyata teman seperjuanganku banyak jg... abis aku sempat sedih soalnya rata2 di lingkunganku gak ada ibu yang ngasih asi.. jadi kaya alien deh.. Muah muah muah..! So glad Ive finally found you all..! Hidup Asi..!
Oleh :Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee)
8/7/2006 10:36:00 AM
hai semua! aduh, aku senang bgt ada yg mo ikutan sharing aku setuju sama Anda semua, menyusui bayi bukan cuma urusan si ibu aja, tapi seluruh keluarga & seluruh lapisan masyarakat. aku ngalamin kesulitan yg dialamin bundanya kamil. gak semua mall punya ruang bayi/menyusui. kalo pun ada kecil, penuh, malah kadang suka dialihfungsikan (contoh, ruang menyusui di cilandak town square yg sering dijadiin ruang dandan. duuuhhh!!! ). terus ASI eksklusif gak gencar dikampanyekan, sampe2x ngasih ASI eksklusif itu jadi hal aneh (seperti pengalaman bunda kamil & mama ryo). padahal kan
ASI itu bukan cuma kewajiban kita sbg ibu, tapi HAK HIDUP sang anak. belum lagi mitos2x yg sering bikin ciut hati ibu2x yg udah niat menyusui bayinya. yg gak boleh makan/minum ini-itu lah...yg payudaranya bakal kendur & jelek lah...aku salut buat para moms yg berani stand-up, menentang arus, & mengusahakan ASI untuk babies-nya
tapi, seperti mama bella, aku bersyukur bgt...suami & keluarga besar kami sangat suportif jadi ngasih ASI eksklusif 6 bln, menyusui s/d hampir 21 bulan, & slow weaning bukan hal yg berat untuk aku jalanin. aku juga seneng bgt, menemukan komunitas pro-laktasi. salut saya untuk Anda semua ada yg punya pengalaman lain? sharingnya masih saya tunggu
-bundaaila-
p.s.: kalo gak keberatan posting sharing ini bakal aku fwd ke milis sehat. terima kasih sebelumnya...
8/8/2006 3:48:00 PM
Dear moms,
Aku punya pengalaman yang rasanya tidak bisa aku percaya sendiri....dulu waktu Raihan lahir, aku tadinya hanya niat kontrol biasa, kebetulan pas sehari habis lebaran, tgl 5 November 2006. Ternyata kata Dr babynya udah kontraksi, padahal aku nggak ngerasa sakit sama sekali, tanpa bawa persiapan 30 mnt Raihan langsung lahir jam 10.55 brt 3.2 Pj 39, secara Caesar karena sunsang sejak dari awal hamil. Malamnya baru bisa liat Raihan.
Besoknya ketemu Raihan dia tidur terus dan nggak mau ASI. Lagian ASI ku juga tidak keluar....sementara Raihan pake susu formula. Besoknya Raihan dibilang harus tinggal di RS karena kuning. Bilubirin tinggi terus. Tambah sedih akunya, udahlah baby ditinggal, ASI tidak keluar juga. Di rumah aku berjuang memompa pake tangan dan pompa manual yang sakitnya nggak ketulung, keluar cuma satu sendok makan, aku berusaha anter ke RS yg lumayan jauh dari rumah, dari Kbn Jeruk ke Bunda Menteng. Besoknya Ajaib banget....
bilubirin Raihan turun. Seminggu Raihan di RS aku berjuang terus untuk menyusui, walau tidak keluar, dan Raihan juga nolak karena tidak ada airnya...
. Sampe di Rumah aku terus berusahan menyusui, karena katanya makin di rangsang ASInya bisa keluar. Akhirnya pas 2 minggu ASI ku tiba tiba mulai keluar, dan syukurnya suami, mama dan mertua mensuport untuk ASI, karena dari keluarga suami dan kakakku sendiri anak mereka tidak pake ASI. Formula langsung aku stop, karena Raihan juga muntah kena formula.
Akhirnya ASIku banyak dan alhamdulillah berat Raihan jadi tambah banyak, sebulan naik 1 Kg....
Dr sampe salut, termasuk teman di kantor, masak ASI 2 minggu tidak keluar, bisa berhasil keluar...biasanya malah stop.Perjuangan tidak hanya sampe disana begitu aku kerja Raihan yang mula mula mau minum ASI pake dot, akhirnya nggak mau lagi. Dan mau kalau lagi tidur aja. Terpaksa disendokin kalau siang. Tapi lama lama nggak mau juga pake dot. Dan lebih sedih lagi, mimik ke aku juga maunya kalau dia lagi tidur alias merem. Kalau lagi bangun aku sodorin aku didorong...
.Aku kasih Raihan ASI pompa sampe usia 8 bulan dengan berat 10 Kg, tapi malem tetap sama aku. Aku pompa selama bekerja sehari dapat 750 cc. Tapi Raihan disuruh Dr kasih buah umur 5 bulan 2 minggu karena sempat naik dikit, walau dlm usia 5 bln beratnya diatas normal. Pas 6 bulan Raihan baru makan bubur susu.
Berkat perjuangan memberi ASI, Alhamdulillah Raihan belum pernah demam dan sakit sampe sekarang usia 9 bulan.
Pesan buat moms yang habis melahirkan....jangan pernah putus asa memberi ASI, yang utama kemauan dan tekat. Juga jangan lupa berdoa....pasti kita berhasil......
ok moms itu sharing aku bersama Raihan......
Umi Raihan
Oleh :christine budihardjo
8/14/2006 12:58:00 PM
Hai moms…………… Seneng banget deh ada yg sharing tentang ASI, tapi sayang aku telat bacanya…… Tapi gak papa lah, biar telat aku tetep pengen sharing tentang ASI………
Sejak awal kehamilan aku sdh bertekad mau menyusui bayiku hingga umur 2 thn. Saat itu alasan utamakau adalah soal biaya. Dengan memberikan ASI maka tiap bulan aku tdk perlu membeli susu. Selain itu aku juga yakin kalo ASI ku banyak karena saat hamil 5 bln ASI sdh mulai keluar.
Stlh bayiku lahir (lewat Caesar), ternyata menyusui tdk semudah yg aku bayangkan, apalagi anakku lahir premature (35 mgu) dg BBLR 2,3kg. Meski kecil, bayiku sdh pintar menghisap susu dari botol. Tapi begitu menyusu langsung ke aku dia Cuma mampu menghisap 3-5 kali terus keliatan capek kaya hbs lari marathon…….. Aku jadi sedih banget apalagi ASI ku keluar banyak. Pd hari ke-5 bayiku dinyatakan kuning & hrs foto terapi. Selama dirawat (4hr) bayiku lebih banyak minum dari botol (ASI perah & susu formula). Aku hanya bisa menyusui saat jam bezuk saja. Mungkin krn sdh terbiasa menyusu dari botol, bayiku selalu menangis jika aku susui langsung. Aku jadi tambah sedih… Lalu seorang perawat RS menyarankan utk tetap memberi ASI perah (&susu formula) dlm botol sambil sedikit2 belajar menyusui langsung. Awalnya aku enjoy aja dg cara menyusui spt itu tapi lama2 rasanya kok repot banget….. Aku sempat mikir mau nyerah aja & beralih ke susu formula.
Hari ke-14 bayiku kontrol, DSA menyarankan utk segera stop susu formula & mulai ASI eksklusif krn ASI adalah makanan terbaik buat bayi apalagi bayiku lahir premature. Dlm hati aku mikir, masa sih ASI lebih baik dr susu formula? Setahuku keunggulannya hanya krn lbh ekonomis aja. Tapi walaupun msh ragu, hari itu juga aku mulai ngurangi susu formula & lbh banyak menyusui langsung. Aku juga mulai cari info ttg menyusui. Dari situ aku baru tahu kalo manfaat ASI bagi bayi itu tak terhingga banyaknya. Jadi rasanya sayang banget kalo bayi tdk bisa mendpt ASI yg memang diciptakan Tuhan buat dia. Stlh tahu bhw ASI is the best aku jadi lbh semangat utk bisa cepet2 ngasi ASI eksklusif walaupun butuh perjuangan yg nggak gampang. Hampir tiap malam aku nggak tdr krn nyusui. Bayiku Cuma bisa ngisap 5 kali trus tidur 10-15 menit, ngisap lagi 5 kali, tidur lagi… gitu terus… sampe dia bener2 kenyang & tidur pulas. Kalo dihitung, sekali nyusui bisa makan waktu sekitar 4 jam! Tapi Puji Tuhan, perjuanganku tdk sia2, makin hari bayiku makin pintar menyusu & seminggu kemudian aku sdh bisa memberikan ASI eksklusif buat bayiku…. Stlh mendpt ASI eksklusuf BB bayiku naik pesat. Lahir 2,3kg, umur 14hr 2,4kg, umur 21hr 2,6kg; umur 1bln 2,9kg (sdh dpt ASI eksklusif 1 minggu), umur 1,5 bln BBnya sdh jadi 3,5kg. ASI memang bener2 luar biasa!!!
Sekarang anakku, Cello, sudah berumur 16 bln. Dia sehat, aktif dan suka dg hal-hal/sesuatu yg baru. Kalo orang2 bilang Cello anak yg cepat bosan, tapi aku lbh menangkapnya sbg anak yg punya rasa ingin tahu yg besar. Dan aku yakin itu karena ASI yg sangat berperan dlm perkembangan otaknya.
Buat all moms….. ayo kita berikan yg jadi HAK anak kita, yaitu ASI… Kita adalah “pabrik ASI” dan “pemilik ASI” adalah anak2 kita. HIDUP ASI !!
Mama cello
Recent Comments