August 19, 2008

STATEMENT CALLING FOR SUPPORT TO WOMEN TO BREASTFEED

Taken from World Breastfeeding Movement

THE CONCERN

Over 10 million of the world’s children die every year before they reach their first birthday. That is, over 27,706 per day, or 1157 per hour. Of these, over a third – 457 – are less than a month old.

Most of these deaths are linked to malnutrition. 15% of infants are born with low birth weight, which is a result of inadequate maternal nutrition. Malnutrition in infants is linked to sub-optimal feeding practices, particularly early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding for six months, rather than to hunger.

Growing evidence points out how vital it is that an infant starts breastfeeding within the first hour of birth, breastfeeds exclusively for six months, and continues to breastfeed for two years or more, with adequate and appropriate complementary foods being introduced after the sixth month. Initiation breastfeeding within the first hour reduces the risk of neonatal mortality by six times. Exclusive breastfeeding can prevent up to 15% of under-5 deaths, and appropriate feeding practices from the 7th month onwards can reduce these deaths by another 6%.

Only 36% of women across the world are successful in carrying out exclusive breastfeeding for the first six months. The pressures come from lack of support, cultural beliefs and traditions, demands of the work place, and primarily from a lack of self-confidence in their ability to optimally breastfeed their babies.

Recalling the global commitments enshrined in the

  • Convention on the Rights of the Child (CRC) and the Convention on Elimination of all forms of Discrimination Against Women (CEDAW);
  • International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes and subsequent relevant World Health Assembly resolutions;
  • ILO Convention 183 on Maternity Protection of 2000;
  • Millennium Development Goal 1, 4 and 5 to reduce poverty, undernutrition, child mortality and maternal mortality;
  • Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, 2002;
  • Innocenti Declaration on Infant and Young Child Feeding 2005;
  • World Summit for Children 1990;
  • World Declaration on Nutrition 1992;

We, the undersigned, call upon all governments of the world to undertake on an emergency footing the following six actions to protect, promote and support breastfeeding:

  1. Ensure that optimal breastfeeding practices are mainstreamed in national health and development programmes, including provision of skilled counseling to develop women’s confidence in their ability to breastfeed, to mobilize community support and to provide treatment where required.
  2. Ensure that all women get access to adequate and affordable health care services and nutrition, especially during pregnancy to reduce the incidence of low birth weight.
  3. Mainstream/Rejuvenate the Baby Friendly Hospital Initiative.
  4. Ensure that all women get skilled support to initiate breastfeeding within an hour of birth.
  5. Ensure that policies and systems are in place that will allow all women to keep their children in close proximity to enable exclusive breastfeeding.
  6. Strictly implement, and if necessary develop national legislation based on the International Code for Marketing of Breastmilk Substitutes, with proper monitoring for violations.

Sign Up To Join This Movement!

                            

October 30, 2006

Ruang Menyusui

"ASI adalah hak hidup anak."

"Menyusui bukan hanya melibatkan Ibu & Anak, tapi juga masyarakat disekitarnya."

Kalimat2x itu kerap gw dengar saat ada pembahasan ttg ASI. Pernah juga gw liat di beberapa poster keluaran WHO/UNICEF dan artikel di majalah ato web. Berkaitan dgn itu, mestinya ada upaya dari masyarakat utk mensukseskan pemberian ASI (baik eksklusif, maupun lanjutan/hingga menyapih). Dari pemerintah sendiri sudah dimulai dgn mengakomodir WHO code ttg pemberian ASI eksklusif selama 6 bln. Pada prakteknya, masih banyak pelanggaran berkaitan dgn gencarnya promosi susu formula secara tidak berimbang/tidak etis (hm...ini juga perlu gw bikin blog nih...mengingat pengalaman kurang menyenangkan ttg susu formula...)

Kembali ke keterlibatan & dukungan masyarakat...Mengingat masa2x menyusui Aila secara eksklusif selama 6 bln & dilanjutkan s/d 22 bln emang penuh perjuangan. Sampe hari ini menyusui bayi dianggap 'hal aneh' karena yg 'yg lazim' adalah memberikan susu formula. Jadi fasilitas yg bisa mengakomodir kebutuhan para ibu menyusui mungkin masih dianggap sbg satu kemewahan ato bahkan hal yg menyulitkan. Kalo pun ada, kerap 'sekadarnya' saja...seperti untuk menggugurkan kewajiban. Gak usah di mall, di RS tempat Aila kontrol aja ruang menyusuinya kecil & gabung sama tempat ganti popok, ACnya gak berfungsi, kalo lagi rame antrian DSAnya alamat gw harus ngantri nyusuin juga! :( Di Bali gw sempet terpaksa mojok di cafe demi nyusuin Aila & sekali lagi terpaksa nyusuin Aila di WC di sebuah boutique resto saat lagi dinner :( Di sebuah plaza di JakPus gw terpaksa nyusuin & ganti popok Aila di ruang pas cowoq yg jarang dipake, yg ditunjukin sm mba'2x SPG yg pengertian bgt :( Ruang menyusui di sebuah mall di JakSel malah sering 'dipinjem' sm mba'2x SPG ato ABG2x buat dandan & ganti baju :( Mana ruangannya panas (gak ber-AC, cuma ada lubang ventilasi yg gak tertutup...jadi kalo ujan tempias lah sm air ujan), penerangannya gak memadai, seadanya bgt deh :'( Di hypermarket di daerah Lb Bulus, ruang menyusuinya memadai sih tapi...lampunya redup (kalo gak boleh dibilang gelap) & AC-nya dingiii...in bgt. Kata Aa' "Koq kaya' kamar mayat ya?!". Aila juga gak mau gw susuin disitu. Begitu masuk dia langsung nyengkeram leher gw. Pas gw baringin, dia langsung kejer. Hm...

Beda bgt sm ruang menyusui di Suria KLCC, Malaysia. Pintunya automatic sliding door, jadi si ibu gak perlu repot dorong-tarik pintu sambil gendong babynya ato dorong stroller. Pintu ini juga berhenti bergerak secara otomatis kalo kedeteksi ada gerakan di dekatnya, jadi aman buat toddlers yg ikut ke ruangan tsb. Ruangannya luas, bersih, nyaman, rapi, & artistik. Di sisi kiri ada sejumlah dipan yg dilengkapi dgn wastafel utk keperluan ganti popok/baju. Di tengah ruangan ada 2 set sofa yg nyaman, yg bisa dipake buat 'rombongan' keluarga yg lagi jalan sm ibu tsb. Di belakang sofa2x tsb, ada mini playground yg dibatasi sm partisi kayu setinggi paha. Jadi toddlers yg ikut ke ruang ini bisa bermain sambil nungguin ibunya selesai menyusui. Terakhir & yg terpenting...di sisi kanan ada 2 ruang menyusui yg dibatasi dgn tirai yg sering kita liat di RS utk menyekat ruang. Ruang ini dilengkapi dgn sofa yg nyaman & ergonomis, serta couch kecil utk selonjoran kaki. Kebayang kan, gimana relaxnya nyusuin di ruang ini??? ;) Menurut Mba' Camellia Dwinanto, rekan di Milis Sehat yg bermukim di KL, di ruang ini ada juga WC yg isinya 2 toilet bowls (standar & kecil). Asik kan??? :)

Ini baru ruang menyusui ideal. Soalnya desain ruang menyusui ini benar2x menggambarkan kalo menyusui itu everybody's business! Buktinya ada sofa utk keluarga nunggu, playground utk toddlers, dipan ganti & pintu yg mengakomodir keterbatasan ibu, sofa menyusui yg ergonomis, dst. Belum lagi pencahayaannya, pengaturan suhu, desain kedap suara (jadi gak brisik, padahal di dlm mall gede!).

Jujur gw iri ngeliatnya. Mungkin apa yg gw liat di Suria KLCC aja gak cukup mewakili kondisi dukungan masyarakat terhadap kegiatan menyusui. Tapi setidaknya ada segelintir orang yg peduli. Kenapa disini gak??? Gw gak ngarepin ada yg buagus buanget kaya' ini, at least kalo mall2x itu mau nyediain ruang menyusui please deh...do your best!!! I know you can. Bukan sekedar sepetak ruang tak terpakai yg diisi sama beberapa kursi, & meja + matras (ceritanya meja ganti popok...). Ruang menyusui di PIM 1, walau kecil tapi cukup nyaman & memadai. Bisa tuh jadi template...

Waktu keluar Perda ttg merokok di tempat umum, rame2x perokok protes. Nuntut tempat ngerokok yg sesuai standar lingkungan hidup dll. Hello!!! Merokok gitu lho!!! Merugikan kesehatan diri sendiri & orang lain...dalam Islam hukumnya paling bagus makruh, bukan halal...difasilitasi??? Koq ibu2x yg memperjuangkan kelangsungan hidup anaknya, menjalankan fungsi utamanya, yg dlm Al Qur'an jelas2x diserukan, kenapa kalo pun ada fasilitasnya, cuma disediain yg a la kadarnya aja? Bukan disediain yg terbaik?

Apa krn gak ada keuntungan material/finansial yg bisa diperoleh secara langsung dari kegiatan laktasi ini? IMHO, gak juga... Misalnya kalo diantara 10 ibu yg berniat belanja ke sebuah mall ada 5 orang adalah ibu menyusui & di mall gak ada fasilitas ruang menyusui, mall udah keilangan 50% potential customernya. Bayangin apa yg bisa di-spent ibu2x tsb di mall...Baju/perlengkapan ibu & bayi, toilettries ibu & bayi, popok, pernak-pernik kamar/rumah, buku2x, sayur-buah-snacks, dst. See??? Gimana kalo angkanya lebih gede lagi??? Kalo ibu2x yg gak jadi belanja itu cuma titip sama suami, adik, pembantu, ato supir, yg dibeli pasti 'cuma' titipan si ibu. Bayangin potential loss yg diderita mall. Ini kalo mau dgn sadisnya melihat ibu menyusui sbg komoditas ya...

Despite of it all, emangnya ibu menyusui gak berhak having a break dgn sekali2x jalan2x ato ketemuan sm temen2x di mall (di Jkt getu lhooo, mo kemana lagi?!) By having a break, kondisi psikis ibu bisa membaik. Kalo ibu2x menyusui ini senang & tenang, produksi hormon oksitosinnya naik lho. Oksitosin ini kan mendukung kesuksesan produksi ASI. Dgn supporting menyusui, salah satunya dgn menyediakan fasilitas ruang menyusui, bukannya gak mungkin angka kesuksesan ASI eksklusif di Indonesia naik (kata Prof. Rulina di web-nya DepKes, statistiknya kurang dari 2%!!!). Domino effect lho akhirnya...ya ke angka harapan hidup, ke kualitas kesehatan & intelegensia generasi penerus, dst.

Well...cuma uneg2x di ujung hari, setelah puyeng mikirin valve utk corrosive sea water & lo pressure flare tips... Moga2x aja ada teman senasib, jadi bisa sama2x berjuang... :)

October 16, 2006

Duta ASI (Republika: Jum'at 01 September 2006)

Duta ASI

Republika: Jumat, 01 September 2006

''Terima kasih, Bu.''

Ucapan itu yang saya sampaikan saat berjabat tangan dengan Ibu Ani Yudhoyono di Istana Negara, Senin (28/8) lalu. Hari itu peringatan Bulan ASI (Air Susu Ibu) se-Dunia tengah dilangsungkan. Seluruh penggiat gerakan ASI --masyarakat, lembaga negara, bahkan lembaga dunia seperi UNICEF-- hadir di

sana

. Saat itulah Ibu Negara dikukuhkan sebagai Duta ASI, figur publik yang menjadi ikon pendorong penggunaan ASI sebagai satu-satunya makanan bayi berusia sampai enam bulan.

Saya terlibat dalam gerakan ini sejak awal 1990-an. Gerakan ini lahir sebagai bagian dari gerakan konsumen dunia. Tujuannya agar masyarakat selalu mendapat hal yang tersehat, terbaik, dan termurah bagi dirinya. Masyarakat tak selalu mendapat kesempatan itu. Masyarakat sering terjajah oleh kepentingan dunia industri. Kepentingan yang dikemas sedemikian canggih hingga mengelabui publik. Mata publik dibikin terhalang untuk mampu melihat alternatif yang lebih baik. Untuk itu perlu penyadaran dengan membuka informasi sejelas-jelasnya hingga setiap orang dapat memilih sendiri apa yang terbaik bagi dirinya.


Kemampuan dunia industri untuk memengaruhi publik begitu luar biasa. Industri mampu mendikte apa yang kita butuhkan dan tidak kita butuhkan. Faktor gengsi sering dimainkan. Gengsi menjadi lebih penting ketimbang fungsi. Itu yang menjelaskan mengapa hampir semua pejabat, atau orang yang merasa penting lain di negeri ini, malu kalau tak menggunakan telepon genggam Communicator, dengan memanfaatkan hanya sebagian kecil fungsinya. Orang bijak akan selalu mementingkan fungsi dibanding gengsi. Bangsa besar juga akan selalu bersikap begitu.


Pendekatan serupa ditempuh kalangan industri susu formula. Dengan cerdik mereka membangun opini publik bahwa seolah susu formula bisa menggantikan ASI. Seolah susu formula lebih praktis, dan juga lebih keren dan bergengsi. Mereka menunggangi gelombang modernisasi yang menampik segala yang berbau tradisional. Dengan cara itu, susu formula segera menghabisi praktik menyusui dengan ASI di masyarakat Barat. Menyusui segera dianggap kuno.

Sukses di Barat, mereka ingin menaklukkan Timur. Berbagai mitos yang dapat menggusur ASI dengan susu formula terus dirancang. Kalangan feminis garis keras menyebut, menyusui atau tidak adalah hak perempuan. Yang benar, ASI adalah hak asasi bayi. Tidak memberikannya adalah melanggar hak asasi itu. Maka, kalau tak mau menyusui dengan ASI, jangan pernah punya anak.


Mitos lainnya adalah bahwa menyusui akan merusak keindahan payudara. Padahal, yang mengubah bentuk tubuh adalah kehamilan. Kalau tak ingin bentuk tubuh berubah, jangan hamil. Kalangan 'modernis' pun berkeras dengan anggapan bahwa susu formula adalah modern, dan ASI kuno. Banyak orang terbeli oleh cara pandang seperti itu.


Syukurlah banyak pula yang tetap dapat berpikir sehat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang tahu persis dampak susu formula pun menegaskan bahwa ASI adalah satu-satunya makanan bagi bayi. ASI memberi imunitas, menjaga kecerdasan, menumbuhkan kejiwaan secara penuh bagi anak. ASI juga tak membuat keluarga maupun negara kehilangan 'devisa'. Itu yang membuat ASI tak tergantikan, dan terus didukung oleh WHO maupun UNICEF. Itu yang menjelaskan mengapa agama mengharuskan ASI diberikan sampai bayi setidaknya berumur dua tahun. Begitu banyak ayat Alquran seperti

surat

Al-Baqarah 233,  Surat Qashash 7 dan 12, juga

surat

Lukman 14
. Penegasan Allah SWT semestinya cukup meyakinkan kita bahwa ASI adalah masalah syariah. ASI harus menjadi perhatian yang sama serius dengan urusan kehalalan makanan dan bunga perbankan.


Perjuangan ke arah itu bukan hal mudah. Kuatnya arus modernisme, dan menguatnya bisnis kesehatan telah sedemikian menyudutkan ASI. Untuk kepentingannya, kalangan medis telah mengarahkan masalah persalinan dari proses alami menjadi seolah proses medis. Tentu saja mereka pro-susu formula. Baru belakangan kecenderungan tersebut mulai berubah. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) semakin menunjukkan pembelaannya pada ASI tanpa terganggu oleh iming-iming uang sponsor dari produsen susu formula. Selain itu, semakin banyak pula artis dan figur publik yang memilih menjauhi

gaya

hidup modernis yang cenderung norak dan sok. Mereka lebih memilih sikap hidup holistik yang lebih alami.

Kecenderungan baru itu merupakan momentum yang baik bagi gerakan kembali pada ASI. Momentum inipun mendapat energi yang sangat besar saat Ibu Ani bersedia menjadi Duta ASI. Ibu Ani sudah membuktikan. Kedua bayi yang dilahirkan dan disusuinya sendiri dengan ASI telah tumbuh sebagai pribadi sempurna sesuai yang diharapkannya. Dengan Ibu Ani menjadi Duta ASI, semoga seluruh bayi berusia 0-6 bulan di negeri ini akan makan/minum HANYA ASI. Bukan yang lain. Dengan demikian generasi

Indonesia

baru akan dapat segera dilahirkan di negeri ini. Yakni, generasi yang benar-benar sehat, cerdas, tangguh, dan tentu saja bermoral kuat.



(Zaim Uchrowi )

October 15, 2006

ASI vs Susu Formula

Komposisi ASI yang unik dan spesifik tak mungkin bisa diimbangi oleh susu formula.

Apa saja sih keunggulannya?

Asal Anda tahu, setiap air susu mamalia (makhluk/binatang yang menyusui anaknya), spesifik untuk masing-masing spesiesnya. Jadi ASI manusia ya paling cocok untuk bayi manusia. Jadi, sungguh sayang bila bayi Anda tidak mendapat ASI. Untuk lebih meyakinkan, berikut beberapa keunggulan ASI dibanding susu formula.

• Sumber gizi sempurna
ASI: Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula: Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey : casein susu sapi adalah 20:80.

• Mudah dicerna
ASI: Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang lebih 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan, antara lain lipase (untuk menguraikan lemak), amilase (untuk menguraikan karbohidrat) , dan protease (untuk menguraikan protein). Sisa metabolisme yang akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui ginjal pun hanya sedikit, sehingga kerja ginjal si kecil menjadi lebih ringan. Asal tahu saja, metabolisme ini penting karena merupakan proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi enerji, sel-sel baru, dan lain-lain.

Susu formula: Sulit dicerna karena tidak mengandung enzim perncernaan. Perlu diketahui, serangkaian proses produksi di pabrik mengakibatkan enzim-enzim pencernaan tidak berfungsi. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme, yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.

• Komposisi sesuai kebutuhan
ASI: Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Perubahan komposisi ASI ini terjadi dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Misalnya, kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal kelahiran sampai kira-kira seminggu sesudahnya) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsi optimal.
Selain itu, komposisi ASI pada saat mulai menyusui (fore milk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hind milk). Kandungan protein fore milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan hind milk (berwarna putih dan kental).
Walau tampak sehat, pertambahan berat badan bayi yang hanya mendapat fore milk kurang baik. Makanya, jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis. ASI ibu yang melahirkan bayi prematur juga sesuai dengan kebutuhan bayinya. Antara lain, kandungan proteinnya lebih tinggi dan lebih mudah diserap.
Susu formula: Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).

• Mengandung zat pelindung
ASI: Mengandung banyak zat pelindung, antara lain imunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup, yang perlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Selain itu, ASI mengandung zat yang tidak terdapat dalam susu sapi, dan tidak dapat dibuat duplikasi atau tiruannya dalam susu formula, yaitu faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli .
Susu formula: Hanya sedikit mengandung imunoglobulin, dan sebagian besar merupakan jenis yang "salah" (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup

• Cita rasa bervariasi
ASI: Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Susu formula: Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.

Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Divisi Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Foto: Dok. Ayahbunda

http://www.ayahbunda-online. com/info_ ayahbunda/ info_detail. asp?id=

August 15, 2006

1-7 Agustus 2006 Pekan ASI Sedunia

Posting ini gw initiate di Forum Diskusi Bayi Ayahbunda di www.ayahbunda-online.com. Berbekal ilmu yg gw dapet dari Milis Sehat, gw share ilmu tsb ke parents yg kebetulan buka topik diskusi di ajang diskusi ini. Gw emang pengen banget bisa mensosialisasikan pentingnya ASI eksklusif 6 bln & ASI dgn pendamping s/d 2 thn, juga soal konsumsi susu UHT bagi anak diatas 1 thn, selain pentingnya Rational Use of Drugs dan Rational Parenting lewat forum tsb. Itung2x gw jadi perpanjangan tangan Milis Sehat lah :)

Dari forum diskusi ayahbunda online gw dapat beberapa teman maya yg melanjutkan contact via email, friendster, & multiply. Ada Delvi, mamanya Ryo, yg tiap hari (sampe hari ini) rajin email2xan, diskusi segala macem...dari anak sampe rumah :D Ada Indri, mamanya Kamil, yg baru aja jadi my friend on friendster. Ada Christine, mamanya Cello, yg pernah buka diskusi soal toilet training & kemudian nerusin sharing sampe ke topik susu UHT lewat email.

Bravo, Breastfeeding Moms! I salute you all...I salute your believe that our babies deserve the best thru breastfeeding...I salute you for standing-up & defending our believe & our babies' right to live...

Happy reading everybody! :)

Topik: 1-7 Agustus 2006: Pekan ASI Sedunia (Sharing yuk!)

Pembuka Diskusi: Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee)  |  8/4/2006 9:36:00 AM  | Replies: 6 Views: 154  |  Replay Terbaru: 8/14/2006 12:58:00 PM

dear moms...

menyambut pekan ASI sedunia ini, kita sharing yuk seputar masalah menyusui. apa aja, asal seputar ASI & menyusui

aku sendiri menyusui aila (21 bulan) dgn ASI eksklusif selama 6 bulan. sekarang aila sedang mulai aku sapih karena aku kembali kerja sejak 3.5 bulan lalu & akan tugas ke offshore. proses penyapihannya baru mulai 3 minggu lalu, dengan metode slow weaning. tapi aku senang bgt bisa kasih ASI cukup lama untuk aila.

OK deh moms...aku tunggu sharing lainnya seputar ASI & menyusui.

selamat pekan ASI sedunia!

-bundaaila-

8/4/2006 2:41:00 PM

hai renee, salam kenal. aku ikutan share yah.

thanks god, berkat dukungan suami + rajin ubek2 parenting books. aku juga berhasil menyusui bella 6 bulan eksklusif. 6 -13 bulan bella dapat asi + mpasi. 13 - 17 bulan bella dapat asi + susu formula + mpasi. 17 - 21,5 bulan bella dapat asi + susu uht + mpasi.

sudah hampir 3 minggu sejak bella mulai disapih (17 juli). aku juga menerapkan slow weaning seperti yang dianjurkan klinik laktasi + milis sehat + parenting books. pertama2 frekuensi menyusui dikurangi. kemudian mulai dengan pengkondisian sejak bella umur 20 bulan, bolak balik dikasih tahu bahwa bella sudah besar, sudah sekolah,  nggak usah nenen lagi, karena nenen itu buat adik baby (belum ada adiknya, maksudnya sepupunya). nenen mama sakit kalo bella masih nenen terus. kalo sayang mama pasti bella ngerti,

kan

anak pintar.

setelah sebulan aku merasa bella udah ngerti maksudku, 17 juli kita mulai ngajak bella bobo tanpa nenen, sebagai pengganti cerita + nyanyi  pengantar bobo diperpanjang ditambah dengan boneka teman bobo. satu kali di minggu pertama sempat nangis karena kecapekan dan minta nenen, tapi cepat diatasi mengalihkan perhatian ke cerita tentang sekolahnya.

kalo share tentang menyusui. wah., bisa lebih panjang lagi nih. aku bersyukur menemukan DSA yang support ASI eksklusif, beliau banyak membantu tentang managemen laktasi. yang pasti kuncinya niat, rasa cinta, percaya diri, tenang, tekad melawan rasa sakit (aku sempat mengalami puting bolak balik berdarah & bernanah), termasuk juga tekad mengatur pola makan supaya kalo makan selalu ingat mau kasih makanan/minuman bergizi terbaik untuk bayi kita. dulu aku termasuk over laktasi, 6 bulan pertama sempat produksi 2 liter ASI tiap hari.

selain itu ada hal yang paling penting yaitu support dari suami. ini berlaku untuk menyusui maupun menyapih.

manfaatnya sangat setimpal dengan perjuangan yang sudah ditempuh. thanks god anakku jarang sakit dan cepat banget belajar sesuatu.

hari ini di kompas hal 41 ada artikel bagus tentang asi eksklusif. semoga tulisan ini bermanfaat dan memotivasi moms untuk berusaha terus menyusui.

selamat pekan ASI sedunia juga buat moms semua,

gerda - mama bella (22months 1wk)

Oleh :Delvi Yolanda
8/4/2006 3:24:00 PM

Salam kenal mama Alia.. thanks ya sharingnya tentang bubur susu instant.

Sekarang aku mau berbagi tentang ASI. Aku punya beberapa pengalaman selama menyusui. Pengalaman pahit dulu nih.. Aku mulai menyusui Ryo setelah hari ke-4 melahirkan karena aku melahirkan ceasar dan Ryo masuk incubator karena gula darahnya turun akibat bobot badanya yang cukup besar yaitu 3,8kg/49cm. Ryo dikasih susu formula sama DSAnya. Untung aku sempat ngasih kolostrumnya1 sendok, itupun hari ke-3. Setelah pulang dari RS aku mulai menyusui Ryo secara ekslusif dan setelah hari ke-14 Ryo ditimbang di bidan setempat. Ternyata beratnya nggak naik. Bidan tersebut langsung memvonis kalau ASI aku kurang dan menyarankan ditambah susuformula. Wah aku bingung sekaligus cemas.. apalagi neneknya Ryo terus menerus menganjurkan (bahkan hampir memaksa) pemberian susu formula selain ASI. Aku yang dalam kebimbangan dan keraguan akan kecukupan ASIku ditambah tidak ada dukungan untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif membuat aku stress. Akibatnya ASI aku kering mendadak. Rasanya sediih banget. Belum lagi nyeri rasanya kalau payudara yang kosong dihisap terus oleh bayi. Tapi tetap Ryo aku susui sambil menangis. Untuk menenangkan diri, suami ngajak aku belanja di carefour. Disana aku beli buku seri Ayahbunda tentang Kiat Sukses Menyusui. Wah ternyata buku tersebut benar-benar bermanfaat. Semua permasalahan aku dibahas dalam buku tersebut. Dari situ aku mengerti kalau yang aku alami disebut sindroma ASI kurang dan stress dapat menyebabkan ASI mendadak menjadi kering. Plus kiat memperbanyak ASi kembali dan bahwa dengan pemberia susu formula justru akan menyebabkan ASI benar-benar kering. Bahkan aku baru tahu bahwa setelah 2 minggu berat bayi akan kembali ke berat waktu lahir dan kondisi Ryo dulu normal banget. Maka aku dengan kemantapan hati bertekad untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif kepada Ryo. Tentu hal tersebut tidak langsung diterima nenek Ryo, tapi aku sudah bertekad. Aku bilang “beri aku 2 minggu untuk membuktikan aku bisa memberi ASI ekslusif ke Ryo, kalau selama waktu itu berat Ryo nggak nambah malah turun maka aku menyerah”. Sempat ragu juga sih,tapi tekad udah bulat. Suami mendukung walaupun buat dia ikut saran nenek Ryo juga dia oke-oke aja soalnya dia nggak paham. Alhamdulillah ternyata aku berhasil membuktikan kalau aku bisa menyusui, ASIkupun kembali mengalir lancar. Dan ketika ditimbang bobot Ryo naik 1 kg setelah berumur 1 bulan. Sejak saat itu pemberian ASI kepada Ryo berjalan lancar. Bahkan neneknya yang semula meragukan sekarang malah mensupport 100%. Aku dimasakin makanan bergizi setiap hari. Malah nenek Ryo berpesan kepada abang aku kalau menikah dan punya anak dikasih ASI ekslusif saja soalnya Ryo tumbuh sehat, kulitnya bagus, beratnya naik terus dan aktif juga.

Tapi ceritanya belum berhenti sampai disitu. Ketika Ryo berumur 3,5 bulan aku harus kembali bekerja. Awalnya aku optimis aja sih karena aku dapat memerah ASI untuk diberikan ke Ryo pada saat aku tidak dirumah. Tapi ternyata tidak semudah itu. Walaupun kantor tempatku bekerja memberikan fasilitas (ruang) untuk memerah ASI, namun karena sifat pekerjaanku yang mobile (as a consultant) dan kejar target ternyata menjadi suatu kendala. Aku hanya memungkinkan memerah ASI 1x dalam sehari. Awalnya sih masih nggak masalah karena sekali perah aku bisa dapat 300ml ditambah memerah dirumah dapat 100ml. Tapi lama kelamaan ternyata ASI berkurang juga, karena siang nggak dihisap, frekuensi pengosongan payudara semakin berkurang, dan beban pekerjaan juga. Belakangan aku cuma bisa memproduksi 200ml di kantor dan ditambah 100ml dirumah. Sementara Ryo

kan

makin gede dan kebutuhan makannya makin banyak.

Makanya setelah Ryo 4 bulan, dengan sangat terpaksa aku mulai memperkenalkan makanan padat pertama (problema pemberian makanan padat udah aku tulis juga di diskusi bayi). Tapi aku tetap mengupayakan Ryo mendapat ASI terus, Insya Allah bisa sampai 2 tahun. (doa in ya).

Well.. That’s my breastfeeding experience for my lovely baby. Aku memang nggak berhasil ngasih ASI ekslusif selama 6 bulan, tapi aku sudah berada dalam batas usaha yang maksimal, paling tidak mencapai batas minimum yang disarankan WHO.

Maafkan mama ya Ryo.. We love our baby

Salam

Mama Panji Aryo Pratama

8/6/2006 1:50:00 AM

Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee

Hi moms.. aku ikutan sharing yaa..

Kamilku sekarang umurnya udah 7 bulan 7 hari.. Alhamdulillah selama ini dia dpt asi eksklusif, eh lebih tepatnya 5 bulan 23 hari, soalnya dia udah mulai nunjukin tanda2 siap makan..

Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee

Terus terang, keputusanku untuk ngasih ASI eksklusif lebih dikarenakan dendam lho.. abis ternyata diriku sendiri cuma bentar banget dpt asinya.. Tapi aku gak nyalahin ibuku kok, emang informasi ttg pentingnya asi taun 79 aku yakin gak sesanter sekarang.. Masalahnya aku tuh waktu kecil ampe smp penyakitan banget, emang sih bukan penyakit yg serius, tapi aku sangat rentan thd penyakit batuk, flu, pilek, demam, dkk... pokoknya langganan banget deh.. duh susah deh mo ngapa2in.. Lately aku mulai berpikir mungkin ini semua krn aku gak dpt imunitas yg bagus waktu bayi, yang cuma bisa didapatkan melalui asi.. aah sedih jg sih kalo mikirin itu, tapi hey life must go on lah, yg penting kita bisa belajar dari pengalaman

Akhirnya aku bertekad kalo aku punya anak, dia harus dpt asi eksklusif.. Emang sih, bukan jaminan 100% kalo di masa depannya dia akan jadi super duper sehat dan pinter, tapi aku berprasangka baik ajalah ama Sang Pencipta... Insya Allah kalo kita udah berusaha untuk memberikan yg terbaik hasilnya jg baik..

Sayangnya aku liat kadang banyak ibu baru yg terlalu cepat nyerah untuk ngasih asi ke bayinya.. Padahal

kan

isapan bayi justru akan lebih cepat merangsang keluarnya asi.. Kamilku jg gitu dulu.. walaupun asi ku banyak, tapi puting payudaraku tuh agak masuk... Alhasil kamil jd agak susah minum asi, tapi pelan2 aku dan kamil mulai bisa belajar dan akhirnya jago deh dia minum asi.. hehehehe

Tapi emang sih iklim di sekitar kita menurutku kurang mendukung ibu2 yang pengen ngasih asi ke anaknya.. Masih minim banget tempat2 umum yg menyediakan ruangan menyusui.. Aku sendiri ngerasain agak susah kalo mo jalan2 karena pasti bingung gimana kalo mo nyusuin.. Padahal pasti ibu2 yg nyusuin anaknya pengen jalan2 jg.. apalagi kalo musim diskon.. hehehe

Ah ya sudah deh.. pasti udah panjang banget sharingnya.. Last but not least, aku bersyukur banget aku gak sendiri.. ternyata teman seperjuanganku banyak jg... abis aku sempat sedih soalnya rata2 di lingkunganku gak ada ibu yang ngasih asi.. jadi kaya alien deh.. Muah muah muah..! So glad Ive finally found you all..! Hidup Asi..!

Oleh :Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee)
8/7/2006 10:36:00 AM

hai semua! aduh, aku senang bgt ada yg mo ikutan sharing aku setuju sama Anda semua, menyusui bayi bukan cuma urusan si ibu aja, tapi seluruh keluarga & seluruh lapisan masyarakat. aku ngalamin kesulitan yg dialamin bundanya kamil. gak semua mall punya ruang bayi/menyusui. kalo pun ada kecil, penuh, malah kadang suka dialihfungsikan (contoh, ruang menyusui di cilandak town square yg sering dijadiin ruang dandan. duuuhhh!!! ). terus ASI eksklusif gak gencar dikampanyekan, sampe2x ngasih ASI eksklusif itu jadi hal aneh (seperti pengalaman bunda kamil & mama ryo). padahal

kan

ASI itu bukan cuma kewajiban kita sbg ibu, tapi HAK HIDUP sang anak. belum lagi mitos2x yg sering bikin ciut hati ibu2x yg udah niat menyusui bayinya. yg gak boleh makan/minum ini-itu lah...yg payudaranya bakal kendur & jelek lah...aku salut buat para moms yg berani stand-up, menentang arus, & mengusahakan ASI untuk babies-nya

tapi, seperti mama bella, aku bersyukur bgt...suami & keluarga besar kami sangat suportif jadi ngasih ASI eksklusif 6 bln, menyusui s/d hampir 21 bulan, & slow weaning bukan hal yg berat untuk aku jalanin. aku juga seneng bgt, menemukan komunitas pro-laktasi. salut saya untuk Anda semua ada yg punya pengalaman lain? sharingnya masih saya tunggu

-bundaaila-

p.s.: kalo gak keberatan posting sharing ini bakal aku fwd ke milis sehat. terima kasih sebelumnya...

8/8/2006 3:48:00 PM

Dear moms,

Aku punya pengalaman yang rasanya tidak bisa aku percaya sendiri....dulu waktu Raihan lahir, aku tadinya hanya niat kontrol biasa, kebetulan pas sehari habis lebaran, tgl 5 November 2006. Ternyata kata Dr babynya udah kontraksi, padahal aku nggak ngerasa sakit sama sekali, tanpa bawa persiapan 30 mnt Raihan langsung lahir jam 10.55 brt 3.2 Pj 39, secara Caesar karena sunsang sejak dari awal hamil. Malamnya baru bisa liat Raihan.

Besoknya ketemu Raihan dia tidur terus dan nggak mau ASI. Lagian ASI ku juga tidak keluar....sementara Raihan pake susu formula. Besoknya Raihan dibilang harus tinggal di RS karena kuning. Bilubirin tinggi terus. Tambah sedih akunya, udahlah baby ditinggal, ASI tidak keluar juga. Di rumah aku berjuang memompa pake tangan dan pompa manual yang sakitnya nggak ketulung, keluar cuma satu sendok makan, aku berusaha anter ke RS yg lumayan jauh dari rumah, dari Kbn Jeruk ke Bunda Menteng. Besoknya Ajaib banget....

bilubirin Raihan turun. Seminggu Raihan di RS aku berjuang terus untuk menyusui, walau tidak keluar, dan Raihan juga nolak karena tidak ada airnya...

. Sampe di Rumah aku terus berusahan menyusui, karena katanya makin di rangsang ASInya bisa keluar. Akhirnya pas 2 minggu ASI ku tiba tiba mulai keluar, dan syukurnya suami, mama dan mertua mensuport untuk ASI, karena dari keluarga suami dan kakakku sendiri anak mereka tidak pake ASI.  Formula langsung aku stop, karena Raihan juga muntah kena formula.

Akhirnya ASIku banyak dan alhamdulillah berat Raihan jadi tambah banyak, sebulan naik 1 Kg....

Dr sampe salut, termasuk teman di kantor, masak ASI 2 minggu tidak keluar, bisa berhasil keluar...biasanya malah stop.Perjuangan tidak hanya sampe disana begitu aku kerja Raihan yang mula mula mau minum ASI pake dot, akhirnya nggak mau lagi. Dan mau kalau lagi tidur aja. Terpaksa disendokin kalau siang. Tapi lama lama nggak mau juga pake dot. Dan lebih sedih lagi, mimik ke aku juga maunya kalau dia lagi tidur alias merem. Kalau lagi bangun aku sodorin aku didorong...

.Aku kasih Raihan ASI pompa sampe usia 8 bulan dengan berat 10 Kg, tapi malem tetap sama aku. Aku pompa selama bekerja sehari dapat 750 cc. Tapi Raihan disuruh Dr kasih buah umur 5 bulan 2 minggu karena sempat naik dikit, walau dlm usia 5 bln beratnya diatas normal. Pas 6 bulan Raihan baru makan bubur susu.

Berkat perjuangan memberi ASI, Alhamdulillah Raihan belum pernah demam dan sakit sampe sekarang usia 9 bulan.

Pesan buat moms yang habis melahirkan....jangan pernah putus asa memberi ASI, yang utama kemauan dan tekat. Juga jangan lupa berdoa....pasti kita berhasil......

ok moms itu sharing aku bersama Raihan......

Umi Raihan

Oleh :christine budihardjo
8/14/2006 12:58:00 PM

Hai moms…………… Seneng banget deh ada yg sharing tentang ASI, tapi sayang aku telat bacanya…… Tapi gak papa lah, biar telat aku tetep pengen sharing tentang ASI………

Sejak awal kehamilan aku sdh bertekad mau menyusui bayiku hingga umur 2 thn. Saat itu alasan utamakau adalah soal biaya. Dengan memberikan ASI maka tiap bulan aku tdk perlu membeli susu. Selain itu aku juga yakin kalo ASI ku banyak karena saat hamil 5 bln ASI sdh mulai keluar.

Stlh bayiku lahir (lewat Caesar), ternyata menyusui tdk semudah yg aku bayangkan, apalagi anakku lahir premature (35 mgu) dg BBLR 2,3kg. Meski kecil, bayiku sdh pintar menghisap susu dari botol. Tapi begitu menyusu langsung ke aku dia Cuma mampu menghisap 3-5 kali terus keliatan capek kaya hbs lari marathon…….. Aku jadi sedih banget apalagi ASI ku keluar banyak. Pd hari ke-5 bayiku dinyatakan kuning & hrs foto terapi. Selama dirawat (4hr) bayiku lebih banyak minum dari botol (ASI perah & susu formula). Aku hanya bisa menyusui saat jam bezuk saja. Mungkin krn sdh terbiasa menyusu dari botol, bayiku selalu menangis jika aku susui langsung. Aku jadi tambah sedih… Lalu seorang perawat RS menyarankan utk tetap memberi ASI perah (&susu formula) dlm botol sambil sedikit2 belajar menyusui langsung. Awalnya aku enjoy aja dg cara menyusui spt itu tapi lama2 rasanya kok repot banget….. Aku sempat mikir mau nyerah aja & beralih ke susu formula.

Hari ke-14 bayiku kontrol, DSA menyarankan utk segera stop susu formula & mulai ASI eksklusif krn ASI adalah makanan terbaik buat bayi apalagi bayiku lahir premature. Dlm hati aku mikir, masa sih ASI lebih baik dr susu formula? Setahuku keunggulannya hanya krn lbh ekonomis aja. Tapi walaupun msh ragu, hari itu juga aku mulai ngurangi susu formula & lbh banyak menyusui langsung. Aku juga mulai cari info ttg menyusui. Dari situ aku baru tahu kalo manfaat ASI bagi bayi itu tak terhingga banyaknya. Jadi rasanya sayang banget kalo bayi tdk bisa mendpt ASI yg memang diciptakan Tuhan buat dia. Stlh tahu bhw ASI is the best aku jadi lbh semangat utk bisa cepet2 ngasi ASI eksklusif walaupun butuh perjuangan yg nggak gampang. Hampir tiap malam aku nggak tdr krn nyusui. Bayiku Cuma bisa ngisap 5 kali trus tidur 10-15 menit, ngisap lagi 5 kali, tidur lagi… gitu terus… sampe dia bener2 kenyang & tidur pulas. Kalo dihitung, sekali nyusui bisa makan waktu sekitar 4 jam!  Tapi Puji Tuhan, perjuanganku tdk sia2, makin hari bayiku makin pintar menyusu & seminggu kemudian aku sdh bisa memberikan ASI eksklusif buat bayiku…. Stlh mendpt ASI eksklusuf BB bayiku naik pesat. Lahir 2,3kg, umur 14hr 2,4kg,  umur 21hr 2,6kg; umur 1bln 2,9kg (sdh dpt ASI eksklusif 1 minggu), umur 1,5 bln BBnya sdh jadi 3,5kg. ASI memang bener2 luar biasa!!!

Sekarang anakku, Cello, sudah berumur 16 bln. Dia sehat, aktif dan suka dg hal-hal/sesuatu yg baru. Kalo orang2 bilang Cello anak yg cepat bosan, tapi aku lbh menangkapnya sbg anak yg punya rasa ingin tahu yg besar. Dan aku yakin itu karena ASI yg sangat berperan dlm perkembangan otaknya.

Buat all moms….. ayo kita berikan yg jadi HAK anak kita, yaitu ASI…  Kita adalah “pabrik ASI” dan “pemilik ASI” adalah anak2 kita. HIDUP ASI !!

Mama cello